This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 16 Maret 2015

BERKIBARLAH SANG MERAH PUTIH

BERKIBARLAH SANG MERAH PUTIH
Oleh Imam Aris Sugianto

Detik demi detik kau diperjuangkan
Menit demi menit kau direbutkan
Kini kau bebas berkibar benderaku
Kini kau diagungkan banyak orang

Merah putih kaulah lambang kehidupan Warnamu mempunyai arti yang bermakna
Dan warnamu tak kan pernah pudar
Walaupun badai menerjang

Kaulah sang keberanian dan kesucian yang abadi selamanya
Kau diperjuangkan dengan setetes darah yang berarti
Kau dijunjung ke tempat yang lebih tinggi

Berkibarlah benderaku dan tetaplah merdeka
Aku kan selalu hormat padamu
Berkibarlah sang merah putih
Dan teruslah kau berkibar ditiang yang lebih tinggi dihari kemerdekaan ini
Kau adalah belahan jiwaku ditanah air Indonesia tercinta ini

Kuingin kau tetap dihadapanku untuk selamanya
Merdeka, merdekalah benderaku, merdekalah Negara Indonesiaku
Kau akan tetap jaya untuk selamanya

DAMAI KU PADA NEGRI TERCINTA

DAMAI KU PADA NEGRI TERCINTA
Oleh Bayu Setiawan

Hembusan angin yang bersahat dengan jatuhnya air
menyelimuti jiwa-jiwa yang bersemangat
dengan kesejukan udara menyampaikan bisikan alamnya
bagaikan merasuk seluruh raga sukma

Pada lelah tubuh dari bagian tanah dan bebatuan ini
disaksikan oleh pepohonan dan dedaunan
kaki yang terus melangkah membawa ku pada ketinggian
tak surut dari cucuran keringat yang membasahi jiwa

Sebagai bukti untuk menikmati keagungannya
dari illahi yang menuju kedamaian pada tanah negri ku tercinta

CINTAKU INDONESIA

CINTAKU INDONESIA
Oleh Rae Sanggula

Merengkuh pilu dalam sepi
Sendiri merenungi, INDONESIAKU, sedih… rasanya
Yang dulu mereka katakan, ada! Penjajahan di negeriku ini, sedih… rasanya
Untuk menahan derita mereka di kala itu..
Dann kini merdeka! Pahlawanku berhasil!

Taukah kau?
Tangisan saudaraku membuat sembilu di sanubari
Lorong-lorong sepi di penuhi, kolong jembatan sampai jalanan raya
Kemiskinan merenda di negeri ini!
Kesakitan hati dan fisik dari saudaraku terasa
Seakan tak sanggup ku pandang ataupun ku lirik
Yang terkadang, menitikkan air mata..

Taukah kau?
Berapa tahun yang lalu PAHLAWANku bekerja
Tak pernah kenal lelah..
Mereka lelah dalam lelah,
Bahkan terjatuh dan tumbang karena CINTA INDONESIAKU!

Sudahlah… berhentilah engkau keluhkan dirimu saudaraku
Walau, ku tahu engkau berada diantara kami, engkau lelah dengan keluhanmu itu..
Kembalilah pada sejarah, kembalilah!
Lihatlah pahlawanku berjuang karena cinta tanah air.
Mereka kuat karena Niat!
Mereka dekat karena CINTA!
Mereka ber HARAP indonesiaku Merdeka!

Apakah Jiwa pahlawanku, kita, kamu semua masih ada?
Inginku, bertegur sapa denganmu dan berteriak bersamamu
Bahwa, aku, kamu dan kita semua “CINTA INDONESIA”
Bahkan ketika udarapun menghampiri dan bergetar
Ku ingin nyanyikan cinta untuk bangsaku
Bersamamu

INDONESIA NEGERIKU

INDONESIA NEGERIKU
Oleh Eka Aryani

Ku lihat desah tangis dan tawa yang meredup
Lelaki yang membawa seribu baja
Menjajah wilayahku
Mengambil darah dan keringat dari bangsaku

Dengan luka di ujung tahta
Ku hantamkan tombak
Menjadi pekik dan deru getar di dada
Mengalahkan rasa egoismu

Maka darah dan wajah mengetuk pintu maut
Membakar dendam negeri
Dengan apa yang ku punya
Dengan apa yang ku pertahankan

Tak sudi keluargaku kau tindas
Tak rela indonesia kau ambil
Kau takan bisa menghapus semangatku
Karena indonesia negeriku

BERSATU PADULAH INDONESIA

BERSATU PADULAH INDONESIA
Oleh Niken Khalida Puteri

Masih terbayang dipelupuk mata
Betapa kerasnya perjuanganmu
Kau tembus gelapnya malam
Tak patah ketika senapan menatap
Tak lelah ketika harus melangkah
Melawan banyaknya musuh
Demi mimpi yang menghantuimu

Sumpah pemuda sebagai batu pijakan
Dalam meraih kemerdekaan
Kini,telah kehilangan arti
Lihatlah perpecahan yang terjadi
Diantara para pemuda saat ini!
Apakah itu yang dinamakan perjuangan?

Sadarkah kalian..?
Para pahlawan yang memperjuangkan kita
Akan begitu kecewa,bahkan merasa tak berguna

Tahukah kalian..?
Setiap tetes peluh dan darah mereka
Merupakan harapan tuk meraih kemerdekaan
Dengan penuh luka senjata
Dengan sebilah bambu runcing ditangannya
Tak sedikitpun menyurutkan tekadnya
Untuk membela negara

Kini ikrar sumpah pemuda
Menggema diseluruh nusantara
Harunya membuat pemuda bersatu padu
Demi keutuhan Indonesia yang satu
MERDEKA!!